Senin, 14 Mei 2012

makalah tentang Pertumbuhan penduduk


PERTUMBUHAN PEDNDUDUK
DI DESA KADUAGUNG KECAMATAN TIGARAKSA


MAKALAH
Dianjurkanuntukmemenuhitugasmatapelajaran
bahasa Indonesia semester 2 tahunpelajaran
2011/2012


Disusunoleh:
Nama : Sri Megawati dkk.
Kelas  : 11 IPS-3


SMA NEGERI 1 KABUPATEN TANGERANG
KABUPATEN TANGERANG
2012

KATA PENGANTAR

Segalapujibagi Allah S.W.T karenaberkatrahmat, taufik, sertahidayat-Nya, kami dapatmenyelesaikanmakalah yang berjudul PertumbuhanPenduduk di Desa KaduagungKecamatanTigaraksa.
Makalahinimembahastentangkependudukan di Desa Kaduagung, terutamamengenaipertumbuhanpenduduk, penyebab-penyebabdancaramengatasitingginyapertumbuhanpenduduk di DesaKaduagungKecamatanTigaraksa.
Dalampenyusunanmakalahini, kami mendapatbantuandanbimbingandariberbagaipihak.Olehkarenaitu kami menyampaikanucapanterimakasihkepada :
1.Bapak Drs. Eeng Suherman, selaku kepala SMAN 1 Kabupaten Tangerang;
2. Bapak Drs. Rakhmat Rasyidi, selaku guru bahasa Indonesia dan pembimbing makalah ;
3. Bapak. Iskandar, selaku wakil kepala Desa Kaduagung, Tigaraksa ;
4. Bapak. Ishak Awaludin, selaku sekertaris Desa Tigaraksa.
Kami menyadaribahwamakalahinimasih banyak kekurangan.Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Kami berharap makalah ini dapatmemberikanwawasandanpengetahuankepadapembacatentangpertumbuhanpenduduk di DesaKaduagungKecamatanTigaraksa.



Balaraja, 1 Maret 2012

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………
DAFTAR ISI ………………………………………………………………..
BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………..
1.1  LatarBelakang …………………………………………………………………….
1.2  Tujuan ………………………………………………………………………………
1.3  Rumusan Masalah ………………………………………………………….
1.4  AsumsidanPembatasanMasalah ………………………………………………
1.4.1        Asumsi ……………………………………………………………
1.4.2        PembatasanMasalah …………………………………………….
1.5  MetodePenelitian ……………………………………………………………..
1.6  Manfaat  ………………………………………………………………………
1.7  SistematikPembahasan ……………………………………………………..
BAB II. KAJIAN TEORI …………………………………………………..
          2.1 PengertianPertumbuhanPeduduk …………………………………………….
            2.2 Faktor-faktor PertumbuhanPenduduk …………………
2.2.1 Kematian ……………………………………………………
2.2.1.1 Faktor Pendukung Kematian …………………………..
2.2.1.2 Faktor Penghambat Kematian …………………………..
2.2.2 Kelahiran …………………………………………………….
2.2.3 Migrasi ……………………………………………………………
            2.3 Cara MengatasiTerjadinyaPertumbuhanPenduduk ……………………….
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian …………………………………..
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ……………………………………..
          4.1 HasilPenelitian …………………………………………………………………..
            4.2 Pembahasan ………………………………………………………………………
BAB V. PENUTUP
            5.1 Kesimpulan …………………………………………………………………
            5.2 Saran …………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………
LAMPIRAN …………………………………………………………………

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LatarBelakang
Pertumbuhanpendudukadalahperubahanpopulasisewaktu-waktu, dandapat di hitungsebagaiperubahandalamjumlahindivududalamsebuahpopulasimenggunakan “per waktu unit” untukpengukuran.Sebutkanpertumbuhanpendudukmerujukpadasemuaspesies ,tetapiselalumengarahpadamanusia, dansering di gunakansecara informal untuksebutandemografinilaipertumbuhanpenduduk, dan di gunakanuntukmerujukpadapertumbuhanpenduduk dunia. Pertumbuhanpendudukmerupakansalah satu faktor yang terpentingdalam masalah sosial ekonomiumumnyadanmasalahpendudukpadakhususnya.Karenadisampingberpengaruhterhadapjumlahdankomposisipendudukjugaakanberpengaruhterhadapkondisi sosial ekonomisuatudaerahatau Negara maupunduniapertumbuhanpendudukmerupakankeseimbangan yang dinamisantarakekuatan. Kekuatan yang mengurangijumlahpenduduk.Secaraterus-meneruspendudukakan dipengaruhiolehjumlahbayi yang lahir (fertilitas), tetapisecarabersamaan pula akandikurangiolehjumlahkematian (mortalitas) yang terjadipadasemuagolonganumur, sertaperpindahanpenduduk (mobilitas)jugaakanmempengaruhibertambahatauberkurangnyajumlahpenduduk di suatudaerahatau Negara.

Didalamgaris-garisbesarhaluan Negara dinyatakanbahwajumlahpenduduk yang besarbarumenjadi modal dasar yang efektifbagipembangunannasionalhanyabilapenduduk yang besartersebutberkualitasbaik.Namundenganpertumbuhanpenduduk yang pesatsulituntukmeningkatkanmutukehidupandankesejahteraansecaralayakdanmerata. Hal inibahwapenduduk yang besardengankualitas yang tinggitidakakanmudahtercapai. Perkembanganpenduduktanpa disertaidengan control untukmengukurjumlahpenduduk yang diinginkan, hanyaakan menumbuhkan masalah sosial.Berdasarkan hal diatas kami tertarik untuk membahas pertumbuhan penduduk di desa Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
1.2  Tujuan
Tujuanpenulisanmakalahinisebagaiberikut :
1.      mendeskripsikanpengertianpertumbuhanpenduduk ;
2.      mengetahuilajupertumbuhanpenduduk di KecamatanTigaraksa ;
3.      mengetahui faktor-faktor yangmenyebabkanpertumbuhanpenduduk di Desa Kaduagung, KecamatanTigaraksa, Kabupaten Tangerang.

1.3  RumusanMasalah
Dilihatdarilatarbelakang, makadapat di rumuskanmasalahsebagaiberikut :
1.      Bagaimanapertumbuhan penduduk di Desa Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa ?
2.      Bagaimana laju pertumbuhan penduduk di Desa Kaduagung ?
3.      Faktor-faktorapasaja yang mempengaruhipertumbuhanpenduduk di Desa Kaduagung Kecamatan Tigaraksa ?
1.4            AsumsidanBatasanMasalah
1.4.1 Asumsi
Dalampenelitianini kami berasumsibahwapertumbuhanpendudukdi Desa Kaduagung KecamatanTigraksamengalamipertumbuhanatau peningkatan setiap tahunnya.
1.4.2 BatasanMasalah
Penelitian yang dilakukanhanyauntukmengetahuipertumbuhanpenduduk, danfaktor-faktor yang menyebabkanpeningkatanpertumbuhanpenduduk di Desa Kaduagung Kecamatan Tigaraksa.
1.5      MetodePengamatan
Metodepengamatan yang digunakandalampenulisanmakalahiniadalahdengancaraobservasi, wawancara, dan studi kepustakaan.
1.6      Manfaat
Manfaatdaripenulisanmakalahiniadalah :
1.dapatmengetahuipertumbuhanpenduduk di Desa Kaduagung KecamatanTigaraksa ;
2.dapatmengetahuisebab-sebabpertumbuhan penduduk ;
3.dapatmengetahuicaramengatasilajupertumbuhanpenduduk.
1.7  Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan oleh ini kami susun dengan berikut
Bab I.Pendahuluan,berisi :latar belakang, tujuan, rumusan masalah, asumsi dan pembatasan masalah, metode penelitian, manfaat, sistematika penulisan.
Bab II.Kajian teori,membahas  :pengertian pertumbuhan penduduk, faktor-faktor pertumbuhan penduduk dan cara mengatasi pertumbuhan penduduk.
Bab III.Metodologi,berisi : tempat dan waktu penelitian.
Bab IV. Hasil dan pembahasan,membahas :hasil penelitian dan pembahasan.
Bab V. Penutup,berisi :kesimpulan, saran, daftar pustaka, dan lampiran.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah :“terjadinya perubahan jumlah penduduk disuatu wilayah, baik bertambah maupun berkurang.1
Pertumbuhan penduduk adalah :
perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran.Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.2
Pertumbuhan penduduk :“merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.3
Pertumbuhan penduduk :“adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya”.4
Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk disuatu wilayah baik bertambah maupun berkurang yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dan social di dalam masyarakat.

1Samadi,S.Pd,M.Si,Geography (Jakarta ; Yudishtira 2010) Hlm.38
2Http : // Wartawarga.gunadarma.Student Journalism, (diakses 20 April 2012)
3ibid
4 ibid


2.2 Faktor-faktor Pertambahan Penduduk
Pertambahan penduduk pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :
1. kematian (Mortalitas);
2. kelahiran (Natalitas);
3. migrasi (Mobilitas).
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami.Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate.Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu penyakit atau peristiwa/kejadian tertentu yang terjadi pada suatu populasi selama periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menanggung resiko tersebut.
2.2.1 Kematian
Kematian adalah : “hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).”5
2.2.1.1 Faktor Pendukung Kematian (Pro Mortalitas)
Faktor pendukung kematian mengakibatkan jumlah kematian semakin besar.
Yang termasuk faktor pendukung kematian adalah:
- sarana kesehatan yang kurang memadai;
- rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan;
- terjadinya berbagai bencana alam;
- terjadinya peperangan;
- terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industry;
- tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
5Student Journalism (diakses 27 April 2012)
2.2.1.2 Faktor Penghambat Kematian (Antimortalitas)
Faktor penghambat kematian dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah.
Yang termasuk faktor penghambat kematian adalah:
- lingkungan hidup sehat;
-fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap;
- ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain;
- tingkat kesehatan masyarakat tinggi;
-semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:
1. Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate/CDR )
Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
2. Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR)
Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.
3 Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir.
Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.
Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
- rendah, jika IMR antara 15-35;
- sedang, jika IMR antara 36-75;
- tinggi, jika IMR antara 76-125.
2. Kelahiran ( Natalitas )
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk.Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu;
• anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua;
• anggapanbahwa banyak anak banyak rejeki;
• anak menjadi kebanggaan bagi orang tua;
• anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pronatalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
• Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
•Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Faktor – faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu Negarayaitu :
1.Kepercayaan dan Agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB.Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB.Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak.
2.Tingkat Pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran.Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.
3.Kondisi Perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya.Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4.Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.
5.Adat Istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
6.Kematian dan Kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi.Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akanmenambah pula jumlah kelahiran.
7.Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas).Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
1. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi – bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2. Wanita mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali)
3. Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.
Ada dua istilah asing yang kedua – duanya diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :
a. Facundity ( kesuburan )
Facudity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b. Fertility ( fertilitas )
Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita.
1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
2. Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertiliy Rate = ASFR )
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran.
3. Migrasi
Migrasi penduduk adalah : “perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.”6
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. persediaan sumber daya alam;
2. lingkungan social budaya;
3. potensi ekonomi;
4. alat masa depan.
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
2.3 Cara Megatasi Pertumbuhan Penduduk
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :
1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
- Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.

6ibid
2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan.Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.













BAB III
METODOLOGO PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Kami melakukan observasi pada :
hari      : Senin
tanggal            : 19 Maret 2012
tempat : Kelurahan Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang
3.2 Prosedur Kerja
Langkah-langkah dalam penyusunan makalah ini yaitu :
1.      meminta surat izin observasi ;
2.      melakukan observasi ;
3.      melakukan wawancara ;










BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL PENELITIAN
Setelah kami melakukan observasi kami mendapatkan informasi yang kami butuhkan. Adapun hasil observasi tersebut yaitu :
LAPORAN KEPENDUDUKAN JANUARI 2010
NO
PERINCIAN
WNI ASLI
WNI KETURUNAN
WNA
JUMLAH
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P

AWAL BULAN
3306
3164
6470
0
0
0
0
0
0
3306
3164
6470
1
LAHIR
5
3
8
0
0
0
0
0
0
5
3
8
2
MENINGGAL
6
3
9
0
0
0
0
0
0
6
3
9
3
DATANG
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
PINDAH
3
0
3
0
0
0
0
0
0
3
0
3

JUMLAH
3302
3164
6466
0
0
0
0
0
0
3302
3164
6466
Keterangan :    1. Jumlah pendatang di luar Banten
                           Laki-laki       =          0 jiwa
                           Perempuan   =          0 jiwa
                        2. Jumlah perpindahan/Keluar dari Banten
                           Laki-laki       =          3 jiwa
                           Perempuan   =          0 jiwa
1.      Jumlah penduduk Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa
Laki-laki          =          3302 Jiwa
Perempuan      =          3164 Jiwa
Jumlah             =          6466 Jiwa
2.      Kewarganegaraan
a.Warga Negara Indonesia (WNI) Asli
  Laki-laki        =          3302 Jiwa
  Perempuan    =          3164 Jiwa
  Jumlah           =          6466 Jiwa
b. Warga Negara Indonesia (WNI) Keturunan
  Cina               Laki-laki          =          0 + Perempuan  =        0  Jumlah  =     0
  Korea                        Laki-laki          =             + Perempuan  =            Jumlah  =    
                        Laki-laki          =          +  Perempuan =               Jumlah  =
Jumlah             Laki-laki          =          +  Perempuan =               Jumlah  =
3.      Jumlah Kepala Keluarga (KK)
Laki-laki          =          1451 Jiwa
Perempuan      =            180 Jiwa
Jumlah             =          1631 Jiwa
4.      Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Jumlah Penduduk yang wajib memiliki KTP  :Lk       = 2129 + Pr.  2136  Jumlah = 4265
Jumlah Penduduk yang telah memiliki KTP   :Lk    =   637 + Pr.    636  Jumlah = 1273
Jumlah Penduduk yang belum memiliki KTP :Lk    = 1492 + Pr.  1500  Jumlah = 2992
5.      Klasifikasi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur :
0-4 Tahun                    =          426 Jiwa
5-9 Tahun                    =          726 Jiwa
10-13 Tahun                =          741 Jiwa
14-19 Tahun                =          808 Jiwa
20-24 Tahun                =          585 Jiwa
25-29 Tahun                =          473 Jiwa
30-34 Tahun                =          600 Jiwa
35-39 Tahun                =          512 Jiwa
40-44 Tahun                =          460 Jiwa
45-49 Tahun                =          337 Jiwa
50-54 Tahun                =          247 Jiwa
55-59 Tahun                =          229 Jiwa
60- keatas                    =          313 Jiwa
Jumlah                         =          6466 Jiwa
LAPORAN KEPENDUDUKAN DESEMBER 2010
NO
PERINCIAN
WNI ASLI
WNI KETURUNAN
WNA
JUMLAH
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P

AWAL BULAN
3284
3158
6442
0
0
0
0
0
0
3284
3158
6442
1
LAHIR
1
2
3
0
0
0
0
0
0
1
2
3
2
MENINGGAL
1
4
5
0
0
0
0
0
0
1
4
5
3
DATANG
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
PINDAH
1
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
1

JUMLAH
3283
3156
6435
0
0
0
0
0
0
3283
3156
6436
Keterangan :    1. Jumlah pendatang di luar Banten
                           Laki-laki       =          0 jiwa
                           Perempuan   =          0 jiwa
                        2. Jumlah perpindahan/Keluar dari Banten
                           Laki-laki       =          0 jiwa
                           Perempuan   =          0 jiwa
1.      Jumlah penduduk Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa
Laki-laki          =          3283 Jiwa
Perempuan      =          3156 Jiwa
Jumlah             =          6439 Jiwa
2.      Kewarganegaraan
a.Warga Negara Indonesia (WNI) Asli
  Laki-laki        =          3283 Jiwa
  Perempuan    =          3156 Jiwa
  Jumlah           =          6439 Jiwa
b. Warga Negara Indonesia (WNI) Keturunan
  Cina               Laki-laki          =          0 + Perempuan  =        0  Jumlah  =     0
  Korea                        Laki-laki          =             + Perempuan  =            Jumlah  =    
                        Laki-laki          =          +  Perempuan =               Jumlah  =
Jumlah             Laki-laki          =          +  Perempuan =               Jumlah  =
3.      Jumlah Kepala Keluarga (KK)
Laki-laki          =          1512 Jiwa
Perempuan      =            174 Jiwa
Jumlah             =          1686 Jiwa
4.      Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Jumlah Penduduk yang wajib memiliki KTP  :Lk       = 2346 + Pr.  2337  Jumlah = 4683
Jumlah Penduduk yang telah memiliki KTP   :Lk    =   686 + Pr.   686  Jumlah = 1372
Jumlah Penduduk yang belum memiliki KTP :Lk    = 1660 + Pr.  1651  Jumlah = 3311
5.      Klasifikasi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur :
0-4 Tahun                    =          473 Jiwa
5-9 Tahun                    =          740 Jiwa
10-13 Tahun                =          739 Jiwa
14-19 Tahun                =          803 Jiwa
20-24 Tahun                =          584 Jiwa
25-29 Tahun                =          469 Jiwa
30-34 Tahun                =          Jiwa
35-39 Tahun                =          503 Jiwa
40-44 Tahun                =          460 Jiwa
45-49 Tahun                =          330 Jiwa
50-54 Tahun                =          240 Jiwa
55-59 Tahun                =          216 Jiwa
60- keatas                    =          298 Jiwa
Jumlah                         =          6439 Jiwa
LAPORAN KEPENDUDUKAN JANUARI 2011
NO
PERINCIAN
WNI ASLI
WNI KETURUNAN
WNA
JUMLAH
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P

AWAL BULAN
3297
3162
6459
0
0
0
0
0
0
3297
3162
6459
1
LAHIR
1
2
3
0
0
0
0
0
0
1
2
3
2
MENINGGAL
2
0
2
0
0
0
0
0
0
2
0
2
3
DATANG
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
PINDAH
2
0
2
0
0
0
0
0
0
2
0
2

JUMLAH
3294
3162
6456
0
0
0
0
0
0
3294
3164
6456
Keterangan :    1. Jumlah pendatang di luar Banten
                           Laki-laki       =          0 jiwa
                           Perempuan   =          0 jiwa
                        2. Jumlah perpindahan/Keluar dari Banten
                           Laki-laki       =          1 jiwa
                           Perempuan   =          0 jiwa
1.      Jumlah penduduk Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa
Laki-laki          =          3294 Jiwa
Perempuan      =          3164 Jiwa
Jumlah             =          6458 Jiwa
2.      Kewarganegaraan
a.Warga Negara Indonesia (WNI) Asli
  Laki-laki        =          3294 Jiwa
  Perempuan    =          3164 Jiwa
  Jumlah           =          6458 Jiwa
b. Warga Negara Indonesia (WNI) Keturunan
  Cina               Laki-laki          =          0 + Perempuan  =        0  Jumlah  =     0
  Korea                        Laki-laki          =             + Perempuan  =            Jumlah  =    
                        Laki-laki          =          +  Perempuan =               Jumlah  =
Jumlah             Laki-laki          =          +  Perempuan =               Jumlah  =
3.      Jumlah Kepala Keluarga (KK)
Laki-laki          =          1508 Jiwa
Perempuan      =            178 Jiwa
Jumlah             =          1686 Jiwa
4.      Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Jumlah Penduduk yang wajib memiliki KTP  :Lk       = 2129 + Pr.  2136  Jumlah = 4265
Jumlah Penduduk yang telah memiliki KTP   :Lk    =   574 + Pr.   573  Jumlah = 1347
Jumlah Penduduk yang belum memiliki KTP :Lk    = 1455 + Pr.  1463  Jumlah = 2918
5.      Klasifikasi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur :
0-4 Tahun                    =          473 Jiwa
5-9 Tahun                    =          740 Jiwa
10-13 Tahun                =          739 Jiwa
14-19 Tahun                =          803 Jiwa
20-24 Tahun                =          584 Jiwa
25-29 Tahun                =          472 Jiwa
30-34 Tahun                =          586 Jiwa
35-39 Tahun                =          505 Jiwa
40-44 Tahun                =          462 Jiwa
45-49 Tahun                =          333 Jiwa
50-54 Tahun                =          243 Jiwa
55-59 Tahun                =          216 Jiwa
60- keatas                    =          302 Jiwa
Jumlah                         =          6656 Jiwa
Jumlah penduduk di Kelurahan Kaduagung pada bulan januari 2010 =
Jumlah penduduk di Kelurahan Kaduagung pada bulan Desember 2010 =
Jumlah penduduk di Kelurahan Kaduagung pada bulan januari 2011 =
4.2 Pembahasan
Hasil yang kami peroleh dari Kelurahan Kaduagung menunjukan bahwa jumlah penduduk di Kecamatan Tigaraksa mengalami peningkatan sebagaimana dengan asumsi kami pada pembuatan makalah ini.Peningkatan tersebut memang tidak terlalu banyak tetapi setiap tahunnya jumlah penduduk mengalami peningkatan.Dari informasi yang kami dapatkan adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi bertambahnya jumlah penduduk tersebut yaitu adanya pernikahan yang hampir setiap tahunnya terjadi baik dari kalangan tua ataupun muda. Selain itu terdapat penyebab yang lain seperti kematian, kelahiran dan migrasi.













BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Judul makalah ini adalah “Pertumbuhan Penduduk di Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa” Pembuatan makalah ini yaitu untuk memenuhu tugas bahasa Indonesia.Pertumbuahan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran.Faktor atau penyebab dari meningkatnya pertumbuhan penduduk adalah pernikahan, migrasi dan kematian. Cara untuk menyetabilkan pertumbuhan penduduk disuatu daerah bias dilakukan dengan cara menggalakan program KB dan menunda masa perkawinan.
Pertumbuhan penduduk di Desa Kaduagung berjalan stabil,
5.2 SARAN
Kami menyadari bahwa makalah ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada pembaca tentang pertumbuhan penduduk di Desa Kaduagung Kecamatan Tigaraksa.


DAFTAR PUSTAKA



1 komentar:

  1. Terrimakasih. sangat membantu :) berkunjung ke blog saya ya..

    BalasHapus